Kata kasar jadi terasa biasa
Makin banyak anak berkata kasar di lingkungan rumah dan sekolah, sampai terasa seperti hal yang wajar.
De·kap / mendekap — merangkul semua keluarga untuk berjuang bersama menjaga fitrah kebaikan yang sudah tertanam pada diri anak.
Dekap berawal dari tiga perempuan yang punya keresahan yang sama tentang apa yang tiap hari sampai ke anak-anak kita.
Makin banyak anak berkata kasar di lingkungan rumah dan sekolah, sampai terasa seperti hal yang wajar.
Acara TV, video streaming, game online, bahkan buku anak menyusupkan hal-hal negatif yang tidak cocok untuk anak.
Bermain, menonton, dan main game hingga lupa waktu — hari habis tanpa terasa.
Dengan Dekap, kami ingin mendekap — merangkul — semua keluarga untuk berjuang bersama menumbuhkan imunitas diri anak. Karena fitrah kebaikan yang sudah tertanam pada diri anak memang harus dijaga bersama.
Dekap adalah rumah induknya. Di dalamnya ada dua ruang komunitas dan kegiatan yang jalan bareng-bareng.
Kami berkolaborasi dengan ahli atau praktisi lewat media daring, jadi sarana belajar bersama untuk menguatkan imunitas diri anak. Bisa diikuti dari rumah masing-masing.
Meningkatkan kapasitas ibu sebagai simpul keluarga: mengenali diri, mengenali potensi, dan menemukan teman seperjuangan.
Membangun dan memelihara koneksi antar anggota keluarga. Koneksi bukan dibangun sekali, tapi dipelihara terus-menerus.
Kegiatan merayakan kebiasaan membaca bareng anak. Dokumentasinya ada di sorotan Instagram Dekap.
Tulisan pendek yang bisa dibaca sambil ngopi — bahan renungan bareng pasangan atau anak.
Wajah-wajah di balik kelas, festival, dan obrolan yang bikin komunitas ini jalan.
Dekap Tumbuh adalah aplikasi jurnal untuk mencatat cerita kecil anak dari hari-hari biasa. Deka, teman baca kami, membantu melihat pola minat dan bakat yang muncul — dan selalu menunjukkan kutipan dari ceritamu sendiri sebagai alasannya.
“Dia bongkar jam dinding, keluarkan roda giginya satu per satu, lalu menata dari yang paling besar biar tahu mana yang duluan dipasang lagi.”
Cerita 30 detik sudah cukup. Tak perlu rapi.
Setiap tanda selalu disertai kutipan kalimatmu.
Bukan nilai, bukan ranking. Cuma pola yang muncul.
Refleksimu sendiri tak pernah dikirim ke Deka.
Kami mengundang sedikit demi sedikit keluarga untuk mencoba dan memberi masukan langsung, sebelum dibuka lebih luas.
Tulisan pendek untuk dibaca bareng pasangan, atau dibacakan ke anak sebelum tidur.
“Rumah adalah unit terkecil dalam peradaban, namun perannya amat menentukan.”Baca di Instagram →
“Pendidikan keluarga adalah pendidikan paling awal yang anak terima. Orang tua adalah guru pertamanya.”Baca di Instagram →
Tiga langkah, berurutan — tidak perlu langsung semuanya.
Ikuti @dekap.ig untuk tahu kelas dan kegiatan terdekat.
Gabung kelas daring dan belajar bareng ahli serta praktisi, dari rumah masing-masing.
Masuk ke ruang Dekap Ibu atau Dekap Keluarga, dan catat perjalanan anak lewat Dekap Tumbuh.
Untuk kamu yang punya keresahan dan kepedulian yang sama, yuk belajar bareng Dekap :)